Friday, November 27, 2009

DESA, KOTA, dan URBANISASI

DESA, KOTA, dan URBANISASI

Pola desa Dan Kota

_____________________________________________________________________

rangkuman:

1. Bentuk desa

a. Memanjang

b. Mengelompok

c. Menyebar

2. Sejarah munculnya desa

a. Muncul dari desa pusat sejarah

b. Muncul dari daerah pertambangan

c. muncul dari daerah agraris

_____________________________________________________________________

DESA

1. SYARAT-SYARAT DESA

Syarat-syarat desa antara lain:

1. Mempunyai wilayah

2. Adanya penduduk

3. Mempunyai pemerintahan

4. Berada langsung di bawah camat

5. Mempunyai kebiasaan-kebiasaan pergaulan sendiri

2. FUNGSI DESA

Fungsi Desa antaralain sebagai :

1. sumber bahan pangan,

2. penghasilan bahan mentah,

3. penghasil tenaga kerja,

4. pusat-pusat industri kecil

3. KLASIFIKASI DESA

Desa dapat di klasifikasikan menurut:

Menurut Aktivitasnya:

1. Desa Nelayan,

2. Desa agraris,

3. Desa Industri

Menurut Tingkat Perkembangannya

1. Desa Swadaya

Ciri-cirinya:

a. Sebagai besar kehidupan penduduknya masih menggantungkan pada alam

b. Hasilnya untuk mencukupi kebutuhan sehari

c. Administrasi desa belum dilaksanakan dengan baik

d. Lembaga-lembaga desa belum berfungsi dengan baik

e. Tingkat pendidikan dan produktivitas penduduknya masih rendah

f. Belum mampu dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan sendiri

2. Desa Swakarya (Transisi)
Ciri-cirinya:
a. Sudah mampu menyelenggarakan urusan rumah tangga sendiri
b. Lembaga social desa dan pemerintahan sudah berfungsi
c. Administrasi desa sudah berjalan
d. Adat-istiadat mulai longgar
e. Mata pencaharian mulai bearagam
f. Sudah ada hubungan dengan daerah sekitarnya

3. Desa Swasembada
Ciri-cirinya:

1. Sarana dan prasarana desa lengkap

2. Pengelolaan administrasi telah dilaksanakan dengan baik

3. Pola piker masyarakat lebih rasional

4. Mata pencaharian penduduk sebagaian besar di bidang jasa dan perdagangan

4. CIRI-CIRI MASYARAKAT DESA

a. Kehidupan tergantung pada alam

b. Toleransi sosialnnya kuat

c. Adat-istiadat dan norma agama kuat

d. Kontrol sosialnya didasarkan pada hokum informal

e. Hubungan kekerabatan didasarkan pada Gemeinssehaft (paguyuban)

f. Pola pikirnya irrasional

g. Struktur perekonomian penduduk bersifat agraris

5. POTENSI DESA

potensi fisik : pertanian
potensi social : gotong royong, apatur desa, lembaga social

6. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SISTEM PERHUBUNGAN DESA

Topografi, Letak desa, Fungsi desa

7. DEFINISI DESA

A. Menurut UU No. 5 Tahun 1979

DESA adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk, sebagai kesatuan masyarakat hokum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah Camat dan mempunyai hak otonomi dalam ikatan negara kesatuan RI.

B. Menurut SUTARDJO KARTOHADIKUSUMO

DESA adalah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri.

C. Menurut TINJAUAN GEOGRAFI

DESA adalah suatu perwujudan geografis, yang ditimbulkan oleh unsure-unsur fisigrafis, sosial, ekonomi, politik dan budaya dan memiliki hubungan timbal-balik dengan daerah lain.



8. POLA PERSEBARAN DESA

Faktor-faktor yang mempengaruhi pola persebaran desa:

· Letak desa,

· Keadaan iklim,

· Kesuburan tanah,

· Tata air,

· Keadaan ekonomi,

· Keadaan budaya

Pola Persebaran desa

1. Pola memanjang mengikuti jalan raya. Pola ini umumnya terdapat di pedalaman

2. Pola mengikuti rel kereta api

3. Mengikuti garis pantai

4. Pola masyarakat
Penyebarannya:
a. Terdapat di daerah pegunungan (dataran tinggi)
b. Daerah yang berelief kasar

5. Pola Desa Tersebar
Pola desa yang tidak teratur. Pola desa ini banyak dijumpai di daerah Karst (Kapur)

9. UNSUR-UNSUR DESA

· Daerah,

· Penduduk,

· Tata kehidupan

KOTA

  1. DEFINISI KOTA
    1. Menurut MENTERI DALAM NEGERI RI NO. 4/1980

a. KOTA adalah suatu wilayah yang mempunyai batas administrasi wilayah

b. KOTA adalah lingkungan kehidupan yang mempunayi cirri non-agraris

    1. Secara GEOGRAFIS
      KOTA adalah suatu bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsure-unsur alami dan non-alami dengan gajala pemusatan penduduk tinggi, corak kehidupan yang heterogen, sifat penduduknya individualistis dan materialistis.
  1. CIRI FISIK KOTA

Ciri Fisik Kota

· Adanya sarana ekonomi,

· Gedung pemerintahan,

· Alun-alun, Tempat parker,

· Sarana rekreasi, Sarana olah raga,

· Komplek perumahan, dll

  1. CIRI MASYARKAT KOTA

Ciri Masyarakat Kota

· Adanya keanekaragaman penduduk

· Sikap penduduk bersifat individualistik

· Hubungan sosial bersifat Gesselsehaft (Patembayan)

· Adanya pemisahan keruangan yang dapat membentuk komplek-komplek tertentu

· Norma agama tidak ketat

· Pandangan hidup kota lebih rasional

  1. KLASIFIKASI KOTA

A. Menurut Jumlah Penduduk

    1. Kota Kecil =penduduknya antara 20.000-50.000 jiwa
    2. Kota sedang =penduduknya antara 50.000-100.000 jiwa
    3. Kota besar =penduduknya antara 100.000-1.000.000 jiwa
    4. Metropolitan =penduduknya antara 1.000.000-5.000.000 jiwa
    5. Megapolitan =penduduknya lebih dari 5.000.000 jiwa

B. Menurut tingkat perkembangan

1. Tahap eopolis adalah tahap perkembangan desa yang sudah teratur dan masyarakatnya merupakan peralihan dari pola kehidupan desa kea rah kehidupan kota.

2. Tahap polis adalah suatu daerah kota yang sebagian penduduknya masih mencirikan sifat-sifat agraris.

3. Tahap metropolis adalah suatu wilayah kota yang ditandai oleh penduduknya sebagaian kehidupan ekonomi masyarakat ke sector industri.

4. Tahap megapolis adalah suatu wilayah perkotaan yang terdiri dari beberapa kota metropolis yang menjadi satu sehingga membentuk jalur perkotaan.

5. Tahap tryanopolis adalah suatu kota yang ditandai dengan adanya kekacauan pelayanan umum, kemacetan lalu-lintas, tingkat kriminalitas tinggi.

6. Tahap necropolis (Kota mati) adalah kota yang mulai ditinggalkan penduduknya.

  1. STRUKTUR PANGGUNAAN LAHAN KOTA

A. Menurut teori KONSENTRIK
Teori konsentrik dikemukakan oleh E. W. BURGESS.
Menurut teori ini daerah perkotaan dibagi menjadi 5 wilayah, yaitu:

· Pusat Daerah Kegiatan (PDK) juga disebut CBD (Central Bussiness District) dicirikan dengan adanya pusat pertokoan, kantor pos, bank, bioskop dan pasar.

· Wilayah Transisi ditandai dengan industri manufaktur, pabrik dan pola penggunaan lahan merupakan pola campuran.

· Wilayah pemukiman masyarakat yang berpendapatan rendah.

· Wilayah pemukiman masyarakat berpenghasilan menengah.

· Wilayah pemulkiman penghasilan tinggi.

B. Teori SEKTORAL
Teori ini dikemukakan olehHOMER HOYT. Isi dari teori ini adalah bahwa unit-unit kegiatan di perkotaan tidak mengikuti zona-zona teratur secara konsentris, tetapi membentuk sector-sektor yang sifatnya lebih bebas.
Dalam toeri ini HOMER, berpendapat:

· Daerah-daerah yang memiliki harg atanah atau sewa tanah tinggi biasanya terletak di luar kota.

· Daerah-daerah yang memiliki sewa tanah dan harga tanah rendah merupakan jakur-jalur yang bentuknya memanjang dari pusat kota ke daerah perbatasan.

· Zona pusat adalah pusat daerah kegiatan (PDK)

C. Teori INTI GANDA
Teori ini dikemukakan oleh HARRIS dan ULLMAN.
Berdasarkan keadaan tata ruang kota dapat dikelompokkan menjadi:

· Inti Kota (Core Of City)
Inti Kota adalah wilayah kota yang digunakan sebagai pusat kegiatan, ekonomi, pemerintahan dan kebudayaan. Wilayah ini disebut juga CBD ( Central Businness Districs)

· Selaput Inti Kota
Selaput Inti Kota adalah wilayah yang terletak di luar inti kota, sebagai akibat daritidak tertampungnya kegiatan dalam kota.

· Kota Satelit
Kota Satelit adalah suatu daerah yang memiliki sifat perkotaan dan pusat kegiatan industri.

· Sub Urban Daerah sekitar pusat kota yang berfungsi sebagai daerah pemukiman.

6. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN
Faktor yang mempengaruhi perkembangan kota

1. Faktor Alamiah : Lokasi, Fisiografi, Kekayaan alam

2. Faktor Sosial : Penduduk, Kebijaksanaan pemerintah, Faktor Kebijaksanaan Pemerintahan

URBANISASI

Beberapa definisi Urbanisasi

1. Urbanisasi adalah suatu proses pembengkakan atau penggelembungan kota yang disebabkan oleh adanya peningkatan jumlah penduduk.

2. Urbanisasi adalah suatu proses bertambahnya jumlah kota pada suatu wilayah yang disebabkan oleh perkembangan sosial, ekonomi, dan teknologi.

3. Urbanisasi adalah suatu proses berubahnya kehidupan pedesaan menjadi suasana perkotaan.

4. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang sifatnya menetap.

Faktor penyebab urbanisasi

1. Faktor daya tarik (Pull Faktors)
Lapangan pekerjaan di kota lebih beragam, Fasilitas sosial di kota lebi memadahi, Kota berpotensi sebagai sebagai tempat pemasaran, Tingkat upah di kota tinggi, Kota merupakan tempat yang lebih menguntungkan untuk mengembangkan jiwa dan pengetahuan

2. Faktor pendorong (Push Factor)
Menyempitnya lapangan pekerjaan di sector pertanian, Pemilihan lahan pertanian semakin sulit dan sempit, Alasan pendidikan, Kurangnya fasilitas social, Tingkat upah relative rendah, Tekanan adat-istiadat

Dampak Urbanisasi Kota ke Desa

1. Kepadatan penduduk tinggi

2. Kurang tenaga kerja

3. Tingkat kriminalitas tinggi

4. Terhambatnya pembangunan desa

5. Bertambahnya jumlah pengangguran

6. Menurunnya produktivitas pertanian

7. Terdapat SLUM

8. Menuurnnya produktivitas pertanian

9. sering terjadi kemacetan lalu-lintas

Upaya Penanggulangan Masalah Urbanisasi

1. Mengembangkan industri kecil dan industri rumah tangga di desa

2. Melancarkan program KB baik di desa maupun di kota

3. Memperlancar pembangunan di bidang transportasi dan komunikasi antar kota-desa

4. Pembangunan perumahan rakyat di pinggiran kota

sumber : http://geografi161.blogspot.com/2008/10/desa-dan-kota.html

editing by Putu Okayana, 2009. http://okayana.blogspot.com




0 comments:

Post a Comment

ShareThis

 


let's learn to share Copyright © 2010 Check Google Page Rank