Friday, August 14, 2009

Sistem Informasi Geografi (SIG)

1. Pengertian Sistem Informasi Geografi (SIG) Menurut Para Ahli



1. Menurut Aronaff, 1989. SIG adalah sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang memasukkan, mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta memberi uraian.

2. Menurut Barrough, 1986.SIG merupakan alat yang bermanfaat untuk pengumpulan, penimbunan, pengambilan kembali data yang diinginkan dan penayangan data keruangan yang berasal dari kenyataan dunia.

3. Menurut Marble et al, 1983. SIG merupakan sistem penanganan data keruangan.

4. Menurut Berry, 1988. SIG merupakan sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi data keruangan.

5. Menurut Calkin dan Tomlison, 1984. SIG merupakan sistem komputerisasi data yang penting.

6. Menurut Linden, 1987. SIG adalah sistem untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi), analisis dan penayangan data secara spasial terkait dengan muka bumi.6

7. Menurut Petrus Paryono. SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, manipulasi dan menganalisis informasi geografi. Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa

8. Menurut Barus dan Wiradisastra, 2000 menurut Sistem Informasi Geografi (SIG) atau Geographic Information System (GIS) adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu SIG adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja. Sedangkan menurut Barus dan Wiradisastra (2000) juga mengungkapkan bahwa SIG adalah alat yang handal untuk menangani data spasial, dimana dalam SIG data dipelihara dalam bentuk digital sehingga data ini lebih padat dibanding dalam bentuk peta cetak, tabel atau dalam bentuk konvensional lainnya yang akhirnya akan mempercepat pekerjaan dan meringankan biaya yang diperlukan.

9. b. Menurut Anon (2001) Sistem Informasi geografi adalah suatu sistem Informasi yang dapat memadukan antara data grafis (spasial) dengan data teks (atribut) objek yang dihubungkan secara geogrfis di bumi (georeference). Disamping itu, SIG juga dapat menggabungkan data, mengatur data dan melakukan analisis data yang akhirnya akan menghasilkan keluaran yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah yang berhubungan dengan geografi.

10. Arronoff (1989) SIG sebagai sistem berbasis komputer yang memiliki kemampuan dalam menangani data bereferensi geografi yaitu pemasukan data, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan kembali), memanipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai hasil akhir (output). Sedangkan Burrough, 1986 mendefinisikan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai sistem berbasis komputer yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, mengelola, menganalisis dan mengaktifkan kembali data yang mempunyai referensi keruangan untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan perencanaan. Komponen utama Sistem Informasi Geografis dapat dibagi kedalam 4 komponen utama yaitu: perangkat keras (digitizer, scanner, Central Procesing Unit (CPU), hard-disk, dan lain-lain), perangkat lunak (ArcView, Idrisi, ARC/INFO, ILWIS, MapInfo, dan lain-lain), organisasi (manajemen) dan pemakai (user). Kombinasi yang benar antara keempat komponen utama ini akan menentukan kesuksesan suatu proyek pengembangan Sistem Informasi Geografis.

11. (Nurshanti, 1995). Sistem Informasi Geografis dibagi menjadi dua kelompok yaitu sistem manual (analog), dan sistem otomatis (yang berbasis digital komputer). Perbedaan yang paling mendasar terletak pada cara pengelolaannya. Sistem Informasi manual biasanya menggabungkan beberapa data seperti peta, lembar transparansi untuk tumpang susun (overlay), foto udara, laporan statistik dan laporan survey lapangan. Kesemua data tersebut dikompilasi dan dianalisis secara manual dengan alat tanpa komputer. Sedangkan Sistem Informasi Geografis otomatis telah menggunakan komputer sebagai sistem pengolah data melalui proses digitasi. Sumber data digital dapat berupa citra satelit atau foto udara digital serta foto udara yang terdigitasi. Data lain dapat berupa peta dasar terdigitasi



Kesimpulan Pengertian Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan: SIG merupakan pengelolaan data geografis yang didasarkan pada kerja computer (mesin).







2. Pengelolaan Sistem Informasi Geografi (SIG)



Setelah Anda memahami pengertian SIG, sekarang Anda akan mempelajari pengelolaan SIG. Dalam pengelolaan SIG ini, yang akan dibahas meliputi, sumber informasi geografi, komponen-komponen SIG dan cara mengelola informasi geografi. Sekarang kita mulai dengan mempelajari sumber informasi geografi.



3. Sumber Informasi Geografi



Sumber informasi geografi selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu (bersifat dinamis), sejalan dengan perubahan gejala alam dan gejala sosial. Dalam geografi, informasi

yang diperlukan harus memiliki ciri-ciri yang dimiliki ilmu lain, yaitu:

Merupakan pengetahuan (knowledge) hasil pengalaman.
Tersusun secara sistematis, artinya merupakan satu kesatuan yang tersusun secara berurut dan teratur.
Logis, artinya masuk akal dan menunjukkan sebab akibat.
Objektif, artinya berlaku umum dan mempunyai sasaran yang jelas dan teruji.
Selain memiliki ciri-ciri tersebut di atas, geografi juga harus menunjukkan ciri spasial (keruangan) dan regional (kewilayahan). Aspek spasial dan regional merupakan ciri khas geografi, yang membedakannya dengan ilmu-ilmu lain. Karena geografi merupakan kajian ilmiah mengenai gejala alam dan sosial dari sudut pandang spasial dan regional, maka informasi geografi bersumber dari:



4. Komponen-komponen dalam Sistem Informasi Geografi SIG



Anda telah mengetahui dari mana sumber informasi geografi diperoleh. Sekarang Anda akan mempelajari apa saja komponen-komponen dalam SIG. SIG merupakan produk dari beberapa komponen. Komponen-komponen yang terdapat dalam SIG yaitu perangkat keras, perangkat lunak dan intelegensi manusia.

1. Perangkat keras (Hardware)

Perangkat keras: berupa komputer beserta instrumennya (perangkat pendukungnya) Data yang terdapat dalam SIG diolah melalui perangkat keras. Perangkat keras dalam SIG terbagi menjadi tiga kelompok yaitu:

Alat masukan (input) sebagai alat untuk memasukkan data ke dalam jaringan komputer. Contoh: Scanner, digitizer, CD-ROM.
Alat pemrosesan, merupakan sistem dalam komputer yang berfungsi mengolah, menganalisis dan menyimpan data yang masuk sesuai kebutuhan, contoh: CPU, tape drive, disk drive.
Alat keluaran (ouput) yang berfungsi menayangkan informasi geografi sebagai data dalam proses SIG, contoh: VDU, plotter, printer.


Keterangan gambar 5.6.

Data dasar geografi melalui unit masukan (digitizer, scanner, CD-ROM) dimasukkan ke komputer. Data yang telah masuk akan diolah melalui CPU (pusat pemrosesan data), dan CPU ini dihubungkan dengan:

· Unit penyimpanan (disk drive, tape drive) untuk disimpan dalam disket.

· Unit keluaran (printer, plotter) untuk dicetak menjadi data dalam bentuk peta.

· VDU (layar monitor) untuk ditayangkan agar dapat dikontrol oleh para pemakai dan programmer (pembuat program).

· Scanner : alat untuk membaca tulisan pada sebuah kertas atau gambar.

· CD-ROM : alat untuk menyimpan program.

· Digitizer : alat pengubah data asli (gambar) menjadi data digital (angka).

· Plotter : alat yang mencetak peta dalam ukuran relatif besar.

· Printer : alat yang mencetak data maupun peta dalam ukuran relatif kecil.

· CPU : (Central Processing Unit) pusat pemrosesan data digital.

· VDU : (Visual Display Unit) layar monitor untuk menayangkan hasil

· pemrosesan.

· Disk drive : bagian CPU untuk menghidupkan program.

· Tape drive : bagian CPU untuk menyimpan program.

· Unit Keluaran

· (Output)



2. Perangkat Lunak ( Software )

Perangkat lunak, merupakan sistem modul yang berfungsi untuk memasukkan, menyimpan dan mengeluarkan data yang diperlukan.



3. Intelegensi manusia (brainware)

Brainware merupakan kemampuan manusia dalam pengelolaan dan pemanfaatan SIG secara efektif. Bagaimanapun juga manusia merupakan subjek (pelaku) yang mengendalikan seluruh sistem, sehingga sangat dituntut kemampuan dan penguasaannya terhadap ilmu dan teknologi mutakhir. Selain itu diperlukan pula kemampuan untuk memadukan pengelolaan dengan pemanfaatan SIG, agar SIG dapat digunakan secara efektif dan efisien. Adanya koordinasi dalam pengelolaan SIG sangat diperlukan agar informasi yang diperoleh tidak simpang siur, tetapi tepat dan akurat. Berikut ini disajikan skema dari komponen-komponen dalam SIG.





5. Tujuan Adanya Sistem Informasi Geografi (SIG)



Tujuan pokok dari pemanfaatan Sistem Informasi Geografis adalah untuk mempermudah mendapatkan informasi yang telah diolah dan tersimpan sebagai atribut suatu lokasi atau obyek. Ciri utama data yang bisa dimanfaatkan dalam Sistem Informasi Geografis adalah data yang telah terikat dengan lokasi dan merupakan data dasar yang belum dispesifikasi (Dulbahri, 1993).

Data-data yang diolah dalam SIG pada dasarnya terdiri dari data spasial dan data atribut dalam bentuk digital, dengan demikian analisis yang dapat digunakan adalah analisis spasial dan analisis atribut. Data spasial merupakan data yang berkaitan dengan lokasi keruangan yang umumnya berbentuk peta. Sedangkan data atribut merupakan data tabel yang berfungsi menjelaskan keberadaan berbagai objek sebagai data spasial.



4. Cara penyajian data Sistem Informasi Geografi (SIG)



Penyajian data spasial mempunyai tiga cara dasar yaitu dalam bentuk

a. titik, Titik merupakan kenampakan tunggal dari sepasang koordinat x,y yang menunjukkan lokasi suatu obyek berupa ketinggian, lokasi kota, lokasi pengambilan sample dan lain-lain.

b. bentuk garis Garis merupakan sekumpulan titik-titik yang membentuk suatu kenampakan memanjang seperti sungai, jalan, kontus dan lain-lain.

c. bentuk area (polygon). Sedangkan area adalah kenampakan yang dibatasi oleh suatu garis yang membentuk suatu ruang homogen, misalnya: batas daerah, batas penggunaan lahan, pulau dan lain sebagainya.



6. Manfaat Sistem Informasi Geografi (SIG)



Manfaat SIG dewasa ini khususnya dalam menyongsong pembangunan di masa mendatang semakin penting. Informasi yang dihasilkan SIG merupakan informasi keruangan dan kewilayahan, maka informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk inventarisasi data keruangan yang berkaitan dengan sumber daya alam. Juga pembuatan rencana dan kebijakan dalam pembangunan. Berikut ini akan dibahas mengenai manfaat SIG secara lebih terperinci.

1. Manfaat SIG dalam inventarisasi sumber daya alam

Pembangunan fisik dan sosial di Indonesia terus ditingkatkan sesuai dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya kehidupan yang serba kompleks. Perkembangan tersebut mendorong perlunya informasi yang rinci tentang data sumber daya alam, yang mungkin dapat dikembangkan. Data aneka sumber daya alam hasil penelitian dijadikan modal sebagai bahan baku untuk perencanaan pembangunan. Secara sederhana manfaat SIG dalam data kekayaan sumber daya alam adalah sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam, misalnya minyak bumi, batubara, emas, besi dan barang tambang lainnya.

b. Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan, misalnya:

- kawasan lahan potensial dan lahan kritis.

- kawasan hutan yang masih baik dan hutan rusak.

- kawasan lahan pertanian dan perkebunan.

- pemanfaatan perubahan penggunaan lahan.

c. Untuk pengawasan daerah bencana alam, misalnya:

- memantau luas wilayah bencana alam.

- pencegahan terjadinya bencana alam di masa datang.

- menyusun rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana.



2. Manfaat SIG dalam Perencanaan Pola Pembangunan

SIG tidak hanya penting bagi pakar geografi, tetapi juga bagi pakar perencana pembangunan dan perencana penataan ruang. Perencana atau penata ruang dengan berpola SIG tidak hanya melihat dari sudut lingkungan fisik saja, tetapi juga lingkungan sosial, ekonomi dan kependudukan. Dalam penataan ruang, SIG bermanfaat sebagai acuan perencanaan pembangunan, agar pembangunan dapat terencana lebih awal dan tidak tumbuh semrawut (tidak teratur) serta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Berikut ini contoh manfaat SIG dalam perencanaan pola pembangunan.



a. Pembangunan waduk PLTA Saguling



Dilihat dari lingkungan fisiknya, lokasi proyek PLTA Saguling sangat potensial dibangun waduk (bendungan) raksasa. Pernahkah Anda melihat waduk? Dengan SIG, pembangunan waduk tidak hanya memperhatikan faktor kecocokan fisik saja, tetapi juga faktor-faktor sosial ekonomi penduduk di sekitar proyek tersebut. Dengan dibangunnya waduk raksasa, pola kehidupan masyarakat yang sebelumnya serba darat akan berubah menjadi pola kehidupan darat dan air. Melalui perencanaan yang matang, masyarakat harus dibina:

- cara dan teknik keselamatan transportasi melayari waduk.

- cara dan teknik pemanfaatan waduk sebagai sumber penghidupan (perikanan terapung).



b. Pemekaran Kota Bandung



Perluasan kota terutama di Jawa terus tumbuh, sehingga perluasan lahan tidak dapat dihindari. Pemekaran kota di Jawa, terutama akibat arus urbanisasi dan perpindahan penduduk dari luar Jawa ke Jawa. Salah satu kota yang mengalami pemekaran di antaranya Kotamadya Bandung Wilayah Kotamadya Bandung dengan luas 8.098 hektar, tidak mampu lagi menampung penduduk sejumlah 1,5 juta jiwa. Sementara arus urbanisasi dari daerah belakangnya (sekitarnya) terus mengalir. Permukiman kumuh (slum area) yang semakin meluas dan kemacetan lalu-lintas menambah kesemrawutan kota, karena itu usaha pemekaran kota tidak dapat dihindari. Bertambahnya luas Kota Bandung dari 8.098 hektar menjadi sekitar 17.000 hektar tentu disertai dengan perencanaan tata ruang. Penataan ruang tentu berkaitan dengan pembangunan sarana dan fasilitas fisik, sosial, ekonomi dan kependudukan. Peta hasil keluaran SIG menjadi sarana kunci bagi pakar perencana dan piƱata ruang tersebut. Sehingga tercipta tata ruang yang dinamis dan tetap memelihara kelestarian lingkungan hidup.



3. Manfaat SIG dalam Bidang Sosial

Selain dalam inventarisasi sumber daya alam dan perencanaan pola pembangunan, SIG juga dapat dimanfaatkan dalam bidang sosial. Dalam bidang sosial SIG dapat dimanfaatkan pada hal-hal berikut:

Mengetahui potensi dan persebaran penduduk.
Mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya.
Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi.
Untuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan.
Untuk pendataan dan pengembangan permukiman penduduk, kawasan industri,
sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi serta perkantoran
Struktur data spasial dibagi dua yaitu model data raster dan model data vektor. Data raster adalah data yang disimpan dalam bentuk kotak segi empat (grid)/sel sehingga terbentuk suatu ruang yang teratur. Data vektor adalah data yang direkam dalam bentuk koordinat titik yang menampilkan, menempatkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik, garis atau area (polygon) (Barus dan Wiradisastra, 2000).



7. Keuntungan SIG dengan menggunakan Komputer



Anda telah memahami manfaat SIG, sekarang marilah kita bahas keuntungan SIG dengan menggunakan komputer. Mengapa penyajian data dalam SIG menggunakan komputer? Alasannya adalah, karena penyajian data geografi secara manual memerlukan waktu yang lama untuk memperoleh informasi yang diinginkan. Di samping itu, ketelitian informasi yang kita peroleh dengan cara manual tergantung pada ketelitian si pembuat peta yang sangat relatif (tingkat ketelitiannya diragukan), sehingga dengan cara manual kita tidak dapat memperoleh informasi secara tepat dan teliti. Dalam mengkaji persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan gejala alam dan kehidupan di muka bumi dari sudut pandang keruangan dan kewilayahan, geografi memerlukan informasi yang cepat, tepat dan akurat (terhindar dari kesalahan) tentang gejala-gejala tersebut. Untuk mendapatkan informasi yang cepat, tepat dan akurat, diperlukan alat bantu untuk menganalisis data yang diperlukan. Alat bantu tersebut merupakan suatu sistem, yang mampu menangani data geografi secara cepat, tepat dan akurat, yaitu dengan sistem komputer. Selain diperoleh informasi secara cepat, tepat dan akurat, keuntungan SIG dengan menggunakan komputer adalah:

Mudah dalam mengolah.
Pengumpulan data dan penyimpanannya hemat tempat dan ringkas (berupa disket).
Mudah diulang kalau sewaktu-waktu diperlukan.
Mudah diubah kalau sewaktu-waktu ada perubahan.
Mudah dibawa, dikirim dan ditransformasikan (dipindahkan).
Aman, karena dapat dikunci dengan kode atau manual.
Relatif lebih murah dibandingkan dengan survey lapangan.
Data yang sulit ditampilkan secara manual, dapat diperbesar bahkan dapat ditampilkan dengan gambar tiga dimensi.
Berdasarkan data SIG dapat dilakukan pengambilan keputusan dengan tepat dan cepat.
8. Penyajian Sistem Informasi Geografi (SIG)

Masukan data merupakan proses pemasukan data pada komputer dari peta (peta topografi dan peta tematik), data statistik, data hasil analisis penginderaan jauh data hasil pengolahan citra digital penginderaan jauh, dan lain-lain. Data-data spasial dan atribut baik dalam bentuk analog maupun data digital tersebut dikonversikan kedalam format yang diminta oleh perangkat lunak sehingga terbentuk basisdata (database). Menurut Anon (2003) basisdata adalah pengorganisasian data yang tidak berlebihan dalam komputer sehingga dapat dilakukan pengembangan, pembaharuan, pemanggilan, dan dapat digunakan secara bersama oleh pengguna.
Penyimpanan data dan pemanggilan kembali (data storage dan retrieval) ialah penyimpanan data pada komputer dan pemanggilan kembali dengan cepat (penampilan pada layar monitor dan dapat ditampilkan/cetak pada kertas).
Manipulasi data dan analisis ialah kegiatan yang dapat dilakukan berbagai macam perintah misalnya overlay antara dua tema peta, membuat buffer zone jarak tertentu dari suatu area atau titik dan sebagainya. Anon (2003) mengatakan bahwa manipulasi dan analisis data merupakan ciri utama dari SIG. Kemampuan SIG dalam melakukan analisis gabungan dari data spasial dan data atribut akan menghasilkan informasi yang berguna untuk berbagai aplikasi
Pelaporan data ialah dapat menyajikan data dasar, data hasil pengolahan data dari model menjadi bentuk peta atau data tabular. Menurut Barus dan wiradisastra (2000) Bentuk produk suatu SIG dapat bervariasi baik dalam hal kualitas, keakuratan dan kemudahan pemakainya. Hasil ini dapat dibuat dalam bentuk peta-peta, tabel angka-angka: teks di atas kertas atau media lain (hard copy), atau dalam cetak lunak (seperti file elektronik).
9. Alasan Penggunaan Sistem Informasi Geografi (SIG)

SIG menggunakan data spasial maupun atribut secara terintegrasi
SIG dapat digunakansebagai alat bantu interaktif yang menarik dalam usaha meningkatkan pemahaman mengenai konsep lokasi, ruang, kependudukan, dan unsur-unsur geografi yang ada dipermukaan bumi.
SIG dapat memisahkan antara bentuk presentasi dan basis data
SIG memiliki kemampuan menguraikan unsur-unsur yang ada dipermukaan bumi kedalam beberapa layer atau coverage data spasial
SIG memiliki kemapuan yang sangat baik dalam memvisualisasikan data spasial berikut atributnya
Semua operasi SIG dapat dilakukan secara interaktif
SIG dengan mudah menghsilkan peta-peta tematik
semua operasi SIG dapat di costumize dengan menggunakan perintah-perintah dalam bahaa script.
Peragkat lunak SIG menyediakan fasilitas untuk berkomunikasi dengan perangkat lunak lain
SIG sangat membantu pekerjaan yang erat kaitannya dengan bidang spasial dan geoinformatika.






Ringkasan Materi SIG ( Sistem Informasi Geografi )



Pengertian Sistem Informasi Geografi atau SIG
Pengertian Sistem Informasi Geografi atau SIG merupakan satu system yang bertugas memberikan informasi Geografi kepada pihak yang membutuhkan data geografi.





Fungsi Pengertian Sistem Informasi Geografi atau SIG
a. Menyimpan Data

b. Mengolah Data

c. Memanipulasi Data

d. Menganalisa Data



Komponen Pengertian Sistem Informasi Geografi atau SIG
a. Hardware : Merupakan komponen perangkat keras. Komponen perangkat keras dapat terdiri dari alat pemasukan data, alat proses data, dan alat keluaran.

b. Software : Komponen perangkat lunak, yang terdiri atas imput data, manajemen basis data, data luaran atau data yang dipresentasikan, perubahan data, dan interaksi dengan penggua.

c. Barainware : Merupakan komponen pengorganisasian system, yaitu termasuk keahlian manusia atau SDM



Tahapan Kerja Pengertian Sistem Informasi Geografi atau SIG
Input
1. Data Keruangan ( Data Grafis ) : adalah data yangmenunjukkan ruang, letak, serta lokasi geografis di permukaan bmi.

2. Data Atribut ( Data Non Grafis ): adalah data non grafis yang merupakan data non grafis yang menerangkan informasi dalam menerangkan krakteristik, kualitas serta keterkaitan antar kenmpakan dalam peta dan data grafis.

Untuk memperoleh data Pengertian Sistem Informasi Geografi atau SIG dapat dilakukan dengan 3 cara, yakni:

1. Penyiaman

Merupakan proses pengubahan data grafik continous menjadi sel-sel penyusun gambar pixel.

2. Digitasi

Pengubahan data grafis analog menjadi data grafis digital dalam strukur vector.

3. Tabulasi Peroses pemasukan data Pengertian Sistem Informasi Geografi atau SIG dengan pembuatan table.

Proses
1. Pengelolaan

2. Manipulasi

3. Analisa

4. Penyimpana



Output


Lain lain:

Data territorial : Data yang langsung diambil dari masyarakat
Data vector : Berbentuk ordinat
Data Bridter : Berbentuk Grid
Data Geografi Bersumber Dari:
1. Pemetan Jauh

2. Peta

3. Lapangan

4. Kantor Pemerintah

Pencitraan Caranya dengan:
1. Photo

Citra yang dihasilkan oleh poto, atau camera sebagai hasil pemotretan.

2. Non Photo

Citra suatu objek yang dihasilkanmemlaui non foto namun oleh sesor.

1 comments:

Akhmad Azis on September 16, 2012 at 7:32 PM said...

informasi yg berguna untuk study saya

Post a Comment

ShareThis

 

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner


Recent Posts


let's learn to share Copyright © 2010 Check Google Page Rank